Ada berbagai cara untuk mendapatkan informasi mulai dari melihat, mendengarkan atau mungkin menggabungkannya sekaligus. Ketika belajar guru menyampaikan banyak sekali informasi dan dengan mencatat adalah salah satu cara untuk mengingat informasi tersebut. Jika diibaratkan, catatan adalah investasi bagi kita itu artinya catatan sangat penting. Untuk membuat catatan yang baik tentunya ada teknik khusus dalam membuatnya, bukan hanya sembarang catatan melainkan sebuah catatan yang lebih bermakna dan tak terlupakan. Sekarang coba bayangkan, sebuah catatan kita buat agar isi dari catatan tersebut dapat kita ingat terutama catatan pelajaran yang suatu saat akan kita catat kembali informasi tersebut pada saat ujian. Ada dua teknik dasar yang harus kita gunakan dalam membuat sebuah catatan. Yang pertama, kita harus bisa menghubungkan informasi baru dengan sesuatu yang sudah kita ketahui sebelumnya. Contohnya jika saat itu kita belajar materi sejarah tentang kerajaan hindu Buddha di SMA, dan kebetulan itu adalah lanjutan dari materi yang kita pelajari ketika di SD, maka pada saat itu juga kita harus bisa menghubungkannya dengan materi yang sama pada saat kita mempelajarinya di SD. Yang kedua, ketika guru menjelaskan dan kita membuat catatan pada waktu yang bersamaan pahami setiap informasi yang diberikan oleh guru dan menjadikannya tak terlupakan, dalam artian ingat materi tersebut dengan baik. Saat ini kita sebagai pelajar sekaligus generasi muda dituntut untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan yang luas untuk belajar lebih banyak, menjadi lebih maju dan melakukan banyak hal-hal positif. Kita juga harus bisa mengendalikan perasaan, pikiran dan pelajaran.
Untuk membuat catatan ada beberapa cara yang bisa digunakan. Yang pertama adalah catat, yakni dimana kita menuliskan informasi yang ingin kita ingat. Untuk cara pertama kita sebut “C”. Cara yang kedua adalah membuat catatan, dalam hal ini kita menuliskan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kita saat itu. Untuk cara kedua kita sebut “B”. Cara yang ketiga kita sebut sebagai “CB”. Dalam hal ini kita akan menghubungkan antara catat dan membuat catatan. Di sinilah kita memfokuskan diri pada informasi yang diterima dan menghubungkannya dengan informasi sebelumnya sehingga menjadikan catatan tersebut lebih bermakna. Jadi,C untuk Catat, B untuk Membuat Catatan, dan CB untuk catat dan membuat catatan. Cara mana yang akan Sobat pilih?
Kedengarannya memang sulit untuk fokus dalam melakukan dua hal sekaligus. Untuk fokus terhadap satu hal saja pikiran kita terkadang melantur kemana-mana meski telah berusaha fokus. Salah satu contohnya adalah ketika kita mencoba memperhatikan guru dan fokus dengan apa yang disampaikannya tetapi selalu saja ada hal yang mengacaukan konsentrasi kita yang dengan susah payah telah kita bangun. Belum lagi godaan dari teman-teman yang mengajak bercanda dan mengobrol ketika berada di dalm kelas. Tenang Sobat, ada sebuah penelitian yang akan membuat kita tidak akan menganggap hal tersebut sulit lagi. Otak kita mampu memproses informasi lebih cepat daripada kecepatan suara kita. Bahkan, rata-rata kecepatan bicara orang normal tak bisa mengikuti kecepatan prosesor otak kita. Rata-rata kecepatan berbicara manusia adalah 200-300 kata per menit. Sedangkan otak kita memproses apa yang kita dengar dengan kecepatan 600-800 kata per menit. Dampak dari waktu jeda ini, serta kemampuan otak kita untuk membuat hubungan tadi dapat kita isi dengan pikiran kita sendiri. Jadi dengan mengunakan sistem CB akan membantu kita mengubah pikiran kita yang awalnya tidak fokus menjadi bermanfaat bagi pembelajaran yang bermakna. Dengan menuliskan informasi yang baru saja kita dapat dan menggabungkannya dengan pendapat dan pemikiran kita sendiri tentang pelajaran tersebut, kita telah membuat alam sadar dan alam bawah sadar kita tetap fokus dengan apa yang sedang kita lakukan. Coba praktikkan hal tersebut saat berada dalam kelas.
Oh iya Sobat, kira-kira catatan Sobat seperti apa? Rapi, terstruktur, penuh warna dari tinta pena yang digunakan atau catatan yang berantakan? Bagaimanapun bentuk catatan Sobat, yang terpenting adalah ketika Sobat membuka catatan itu kembali Sobat bisa mengingat dengan baik semua yang telah dibuat dalam catatan tersebut dan menjadikannya bermakna. Ada beberapa langkah-langkah yang bisa kita coba untuk membuat catatan lebih menyenangkan. Pertama, buat garis vertikal yang membagi kertas menjadi dua kolom. Pada kolom sebelah kiri digunakan untuk mencatat poin penting dan fakta yang kita dapatkan. Sedangkan pada kolom sebelah kanan untuk mencatat apa pun yang kita inginkan. Maksudnya disini adalah kita bisa menuliskan tentang perasaan dan pikiran kita saat itu dengan simbol-simbol atau mungkin smiley dengan menggunakan pena berbagai warna. Kita juga bisa membuat daftar pertanyaan yang akan kita tanyakan mengenai materi yang disampaikan oleh guru. Semua yang kita tulis pada kolom kedua bertujuan untuk menggabungkan alam bawah sadar kita dengan informasi yang didapat. Hal tersebut akan membuat informasi jadi lebih hidup dan mudah diingat. Yang kedua adalah gunakan pena dengan warna yang berbeda setiap kali guru atau pembicara berganti topik. Sebuah sumber mengatakan bahwa penggunaan banyak warna pada catatan akan membantu kita mengingatnya dengan lebih mudah.
Setelah membagi catatan seperti tadi, yang selanjutnya kita buat adalah peta pikiran. Cara membuatnya cukup mudah. Sobat ASIK bisa memulainya dengan menuliskan sebuah kata. Misalnya Sobat ASIK menuliskan kata Cristiano Ronaldo, lalu buat tanda panah keluar dari tulisan tersebut lalu tuliskan kata-kata yang berhubungan dengan Christiano Ronaldo seperti kata CR7, Sepakbola, Real Madrid dan lain-lain. Dengan membuat peta pikiran, kita akan lebih mudah mengingat catatan dalam pikiran kita ketika kita mencoba menuliskan kembali catatan tersebut saat ujian.
Kesimpulannya adalah untuk membuat sebuah catatan yang bermakna, selalu gunakan sistem CB, yakni membuat catatan dengan menggabungkan apa yang kita dapatkan dan kita dengarkan dengan perasaan dan emosi kita saat itu. Sehingga kita mampu menggabungkan alam bawah sadar kita dengan alam sadar kita untuk membuat sebuah catatan lebih bermakna dan mudah diingat.(r3c!L@).
Sumber: Buku Quantum Note-Taker, Bobbi DePorter.
